
Merokok bukan sesuatu hal yang baru bagi kita.
Gambar di samping telah banyak kita jumpai di setiap sudut tempat, namun tak banyak yang menghiraukan. Mereka tidak mementingkan kesehatan mereka dan orang lain. Mereka merokok di sembarang tempat, meski telah disediakan tempat khusus bagi mereka. Disediakan tempat merokok bukan karena pemerintah kita mendukung mereka yang merokok, pemerintah hanya meminimal mereka-mereka yang merokok di sembarang tempat.
Rasulullah saw bersabda, “Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340). Dari dalil tersebut, kita tentu tahu bahwa kita tidak boleh membahayakan orang lain walaupun hanya dengan rokok. Sebab dengan merokok tidak hanya perokok saja yang terkena dampaknya, melainkan semua orang yang hidup di dunia ini.
Lebih dari 70% penduduk Indonesia merupakan perokok aktif, itu mencapai 141 juta jiwa dan 60%-nya merupakan kaum tak mampu. Itu membuktikan bahwa merokok tidak membawa kemakmuran melainkan hanya penderitaan berkepanjangan. Dikarena bila kita terkena kanker paru-paru dan gangguan jantung, butuh biaya yang cukup banyak untuk biaya penyembuhan. Itu pun bila kita sempat, banyak penderita yang mengetahuinya ketika penyakit tersebut telah parah.
Bagi laki-laki tak perlu malu bila anda dikatakan banci bila tidak merokok. Justru bila anda merokok anda akan menjadi laki-laki yang lemah, karena turunnya performa fisik anda dikarenakan racun dari rokok tersebut.
Jadi kurangilah kebiasaan merokok berawal mengurangi konsumsi 1 batang tiap harinya.